Tampilkan postingan dengan label serambi kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serambi kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2011

RE: MIMPI

Allahuakbar, ya Allah...

Barusan saya searching hadist tentang mahar, buka link ini-itu, dan saya malah menemukan hadist lain yang luar biasa bikin saya merinding. Bukan karena takut, lebih karena kagum dan nggak percaya.

Masih ingat soal mimpi saya? (baca di sini)

Sebetulnya kronologis mimpi saya di post itu belum lengkap. Ada beberapa hal yang tidak saya ceritakan karena saya bingung bagaimana menceritakannya. Saya juga takut cerita saya salah diartikan sebagai "sok tahu" atau dianggap melebih-lebihkan. Terutama karena ada beberapa detail yang tidak terlalu saya ingat di mimpi itu, dan ada hal-hal yang kurang saya pahami maksudnya. Ragu-ragu. Jadi saya putuskan untuk tidak menuliskan bagian itu. 

Pertama, dalam mimpi saya, saat saya berdiri di samping Rasulullah SAW (tidak sejajar. saya di belakang Beliau, karena ujung jari kaki saya sejajar dengan ujung tumit Rasul SAW), saya menyadari bahwa badan saya hanya sedikit lebih tinggi dari pinggang Rasulullah. Puncak kepala saya hanya mencapai siku lengan Beliau, dan kepala saya harus mendongak penuh untuk bisa melihat wajah Rasulullah (yang tetap tak terlihat karena mata saya silau terhalang cahaya matahari). Wallahu'alam...

Kedua, saat Siti Aisyah bersimpuh di hadapan makam Rasulullah SAW, bunga mawar yang ia pegang berubah layu dan kelopaknya luruh satu per satu. Seingat saya, dalam mimpi saya itu Siti Aisyah tersedu dan di kepala saya terdengar suaranya berkata, "Pada hari ini telah wafat ......... Rasulullah SAW". Saya tidak ingat bagian tengah kalimatnya, karena kurang jelas terdengar. Makanya tidak saya ceritakan dalam post sebelumnya. Namun setelah Siti Aisyah berkata seperti itu, suara khutbah Rasulullah tiba-tiba berhenti, dan orang-orang yang sebelumnya berkerumun di depan Rasulullah mendadak hilang. Hening.

Ketiga, sesaat sebelum mimpi itu buyar, saya sempat melihat tongkat tergeletak di atas makam Rasulullah. Warna putih perak, sekalipun saya tidak tahu tongkat itu terbuat dari apa, dan diukir dengan kalimat Laailaahaillallaah dalam huruf arab. Entah kenapa, saya (dalam mimpi) meyakini bahwa tongkat itu adalah milik Rasulullah. Dan saat saya berusaha meraih tongkat itu, saya terbangun, mimpi saya selesai. Wallahu'alam...

Saya menceritakan hal ini sekarang karena... entahlah... yang jelas pemicunya adalah hadist yang saya temukan di sini. Hadist yang diriwayatkan oleh At-Thabrani, dari Ummu Salamah ra bahwa pada saat hari wafatnya Aisyah ra berkata, "Pada hari ini telah wafat orang yang paling dicintai Rasulullah SAW". Mendapati kata-kata Siti Aisyah yang dikutip dalam hadist ini sama persis dengan yang ia ucapkan dalam mimpi saya, membuat saya yakin bahwa saya tidak salah mengingat mimpi saya.

Wallahu'alam..

Senin, 07 Maret 2011

"I HEART WISMA SHINTA"

Baru ngeh kalo blog saya jadi kayak blog-blog review kawinan. Hahahahaa... nggak maksud gitu kok, cuma kegiatan saya belakangan ini emang nggak jauh-jauh dari persiapan wedday. Jadi yaaa, ehhehhe.. harap maklum.. :p

Eniwei, lima minggu menjelang hari H nih. Ada satu hal yang bikin saya sedih, hiks, hiks.. Saya belom pengen pensiun jadi anak kosaaaan.... Huwaaaa... masih sayang banget sama Wisma Shinta, masih betah di kamar saya yang cuma sekotak itu, masih pengen ketawa-ketiwi dan galau-galauan bareng Shinta'ers.. :((

Gilaaak! Hampir lima tahun saya jadi anak rantau. Bener kata ayah Linda Christanty yang ditulis di awal-awal buku Dari Jawa Menuju Aceh. "Sekali meninggalkan rumah, selamanya tak akan pernah kembali pulang". Dan sekarang terbukti kata-kata beliau terjadi pada diri saya.

Semester pertama saya ngikut tinggal di rumah sodara, trus dari semester dua sampai empat saya masuk asrama. Baru deh semester lima saya resmi jadi anggota keluarga Shinta. Masih cupu dan pemalu. Bhahahaa.. untung penghuni Shinta lainnya pada gilak dan heboh. Jadi nggak perlu waktu lama buat saya ketularan virus gilak.. :))

Tiga tahun lah saya di Shinta. Penghuninya udah ganti-ganti. Cuma beberapa orang dari angkatan saya yang masih bertahan di sini. Tapi penghuni barunya pun teuteup, gilaaak!! Hahahaa..

Cerita tentang Shinta'ers mah nanti aja nyusul.. Sekarang saya cuma pengen ngasih liat wujud kamar yang jadi sarang saya beberapa tahun terakhir ini. Hiks, yang bakal saya tinggalkan hanya dalam hitungan minggu lagi.. *mulai minggu depan rencananya udah nyicil pindahan, satu-satu diangkut ke rumah Aa.. :'(

si kamar dan printilannya
(klik gambar untuk lihat lebih jelas..:)
karena kamarnya mojok, saya dapet teras yang lumayan gede. Hehehehee..
dan di sanalah sepatu-sepatu plus ember cucian saya bertengger.. :p
ini meja belajar dikasih sama teteh kosan.
nggak pernah difungsikan sebagaimana mestinya sih (baca: dipake belajar),
tapi penuh banget isinya. mulai dari buku, make up, timbangan badan, koper, tas-tas,
perkakas makan, sampe makanannya juga..
kalo lemari ini saya bawa sendiri.
hadiah dari Ami dan Abi pas semester satu, waktu saya tinggal di rumah mereka.
kalo toples-toples kaca di atas lemari, nah itu koleksi kerang saya... hehehee..
sahabat setia saya selama di kosan, namanya Miss Kompi.. hehehehe..
dia ini hadiah juga, dari Papap dan Ibu.
sebelumnya sempet pake laptop. tapi karna saya pengen serius belajar ngedit film,
saya minta tukar jadi komputer.
Huhah, huhah, mulai packing.. >_<

Minggu, 20 Februari 2011

SURAT CINTA

Sebetulnya saya udah pernah posting tentang surat cinta yang saya buat untuk Aa (baca di sini). Tapi nggak tau ni, saya pengen cerita sekali lagi. Momennya pas aja kali ya? Hehe.

Besok saya bakal nerima surat cinta yang ke-8 dari Aa. Besok juga saya berencana ngasih surat ke-8 untuk Aa. Nggak kerasa, udah delapan bulan aja kita bareng-bareng. Tambah dua bulan lagi kalo dihitung dari pertama kali kita kenal. Haha, konyol tuh ceritaan pas kita ketemuan pertama kali dulu. Nanti ya, kapan-kapan saya cerita tentang itu.. :D

*duileeh.. lagu di playlist winamp saya ndukung banget dah buat melow-melowan, Dygta - Karena Kusayang Kamu :p

Tapi nggak tepat juga sih kalo disebut surat cinta. Karena isinya jauh banget dari gombal-gambel dan rayu-rayuan. Nggak penuh sama jutaan kata cinta juga kok. Hehe. Faktor umur lah ya, gkgkgkk... jadi isinya lebih serius.


tujuh surat dari saya buat Aa

Surat itu jadi sarana buat saya dan Aa saling terbuka tentang hal-hal yang sulit untuk dibicarakan face to face. Isi surat itu juga nggak melulu soal betapa bahagianya kami selama menjalin hubungan. Masing-masing boleh ngungkapin keluhan, rasa kesal, marah, sedih, sakit hati, kecewa, cemburu, rasa khawatir, takut, atau apapun yang ingin diceritakan.

tujuh surat dari Aa buat saya

Pernah satu waktu saya berselisih paham sama Aa. Saat saya berusaha bicara, menjelaskan duduk perkara dari sudut pandang saya, entah kenapa Aa nggak bisa terima, begitu juga sebaliknya. Saya nggak ngerti lagi deh gimana caranya supaya maksud saya bisa ketangkep dengan baik sama Aa waktu itu. Akhirnya saya tulis di surat. Dan hasilnya?

Ajaib banget, hehe, Aa nggak marah pas baca surat saya. Justru dia seneng dan bisa memahami penjelasan saya. Padahal yang saya tulis tuh sama persis seperti yang saya omongin ke Aa sebelumnya. Kekuatan cinta, eh, surat tuh.. :D :D :D

Rabu, 16 Februari 2011

PUTRI DONGENG

Umur saya 22 tahun, dan saya suka dongeng... :)

Bahkan saya pernah nulis cerita fiksi yang tokoh utamanya juga gila dongeng, just like me.. hehe.. ini beberapa paragraf dari bab pertama calon novel saya, yang entah kenapa nggak selesai-selesai, hehehee.. :p

Sejak kecil Maia tergila-gila pada dongeng. “Kalo udah besar nanti Maia mau jadi putri kayak di dongeng-dongeng, terus hidup bahagia untuk selamanya” adalah kalimat sakral untuk Maia kecil. Seperti mantra yang secara ajaib membuatnya tetap optimis bahwa setiap cerita selalu berakhir happily ever after. Terutama setelah kecelakaan pesawat merenggut kedua orangtuanya. Maia masih berumur enam tahun saat itu.
Napasnya melambat dan mendadak terasa berat. Dari semua dongeng yang Mama ceritakan padanya, hanya satu yang ia benci setengah mati. Sophie dan Empat Ksatria. Cerita tentang seorang gadis yang dicintai oleh empat ksatria Langit, Awan, Angin, dan Hujan. Dalam cerita itu, tak ada satupun yang mau mengalah. Keempat ksatria menggunakan setiap kelebihan yang mereka miliki untuk mendapatkan hati Sophie.
Maia membenci dongeng itu karena tak ada happy ending di dalamnya. Siapapun penulisnya, ia pasti lupa kalau anak-anak selalu menginginkan dongeng yang berakhir indah. Agar mereka bisa tidur nyenyak dan bermimpi menjadi putri seperti dalam dongeng yang mereka baca. Begitu juga dengan Maia.

Daaaan... setelah pencarian berabad lamanya (lebaaayyyyy parah, hehe), akhirnya saya menemukan link website yang isinya full tentang dongeng. Nggak full banget sih, tapi buanyakk banget dongeng anak-anak dunia yang ditulis ulang di sana. Ada Peter Pan, Little Mermaid, Snow White, Beauty and The Beast, dll.

Uhuuyy, berasa 'surga' dongeng lah buat saya mah.. hehehehee...

klik di sini kalo pengen liat tampilan website-nya :)

Kamis, 10 Februari 2011

DI BUKIT TIMUR

Ini dia spot favorit saya dan Aa. Kami menyebutnya Bukit Timur, tapi orang-orang mengenalnya sebagai The Peak, Lembang.
Damai.
Itu salah satu hal yang paling saya sukai dari tempat ini.


Wilayah se-Bandung kelihatan jelas dari Bukit Timur. Cekung, kayak mangkok. Kalau berdiri di sini, tidak akan terlalu sulit membayangkan bentukan Bandung sebagai danau raksasa di zaman purba. Betul-betul raksasa, heu, apa yang kita sebut gunung sekarang, bisa jadi dulunya hanya daratan atau pinggiran danau. (asal usul Bandung, baca di sini atau ini)

Kata Aa nih, "Kalo kita kencan di sini sekian puluh juta tahun yang lalu, Neng, sekarang ini kita lagi duduk di dalam air danau lho.."

Wew, harus pakai tabung oksigen dong?? Hehehehee.. :p


Kemarin saya dan Aa akhirnya sempat ke Bukit Timur lagi. Howaahh, senangnyaa.. Tapi di sana lagi panas banget sodara-sodara. Jadilah pas balik ke kosan, kulit saya merah dan perih-perih karena kebakar matahari.

saya, berusaha sembunyi di bawah jaket, yang karena warnanya hitam,
justru malah bikin saya tambah kepanasan. Akhirnya yaa, pasrah..
-____-"
Aa, kepanasan juga. Tapi anteng aja dia mah.
Sempet tidur-tiduran juga di rumput. Duileeehh.. :p
si kodok, sepatu lukis kesayangan saya.
Aa manyun kalo saya pake sepatu ini. Katanya, saya jadi kayak mahasiswa. Hahahaa.
Lha emang masih mahasiswa kok. Gimana dong? :))

Pengen banget bisa foto prewed di Bukit Timur. Tapi yaa, itu juga kalo nggak terlalu ribet dan sesuai budget. Hehe..

"Jika saling berpegangan kita jadi lebih kuat,
jangan pernah lepaskan tanganku"

Oh, ada satu lagi mimpi saya dan Aa soal Bukit Timur. Setelah menikah nanti, kami berdua pengen banget ngajak anak-anak (ahiiyy) ke sini. Tapi itu kalo Bukit Timur-nya masih adaaaaaaa, heu, ada lah yaa.. amiin. :)

All Photos by Denden Rusyadi
Edited by me

Minggu, 06 Februari 2011

LITTLE REUNION [3-E NEDUTAS]

Indri - Wida - Lisma - Imas - me
Yesterday, I met some old friend at AsiaPlasa, Tasikmalaya. They're my classmate when I was in 2nd and 3rd grade at junior high school. What a lovely gathering. Altough there was only six of us, I am glad to see them in our little and sudden reunion.. :)

Wida, Lisma, Erwin, Indri, and me.
Imas did not arrived yet when this pict was taken.


Indri is my very bestfriend. We've known each other since 2nd grade at junior high school and kept in touch until now. We were going to the same high school after graduation and accidentally placed in the same class for the first two years.

Now, we both are students of Padjadjaran University. Indri takes Japanese Literature Department in Faculty of Literature, while I take Journalism Department in Faculty of Communication.

Pray for both of us please, we are desperately wanna graduate soon but our thesis are stucked. T_T








Lisma was my "teman sebangku". She's really smart. Lisma and I were always trying our best to get the first rank in our class. Hahaha, she was my best friend and rival as well back then.

I adore her tough. She has her own principle and never give up. She is friendly. Altough in the past, Lisma and I were having fight sometimes. We both were quite stubborn, or maybe I was stubborn, or she was. Haahh, youth! :D

She is graduating from Bandung Institute of Technology. And now having class to be a pharmacist. Congrats, Lisma.. :)
Wida was the wise one. She was calm and gentle, yet having strong will. She was the only one from 3-E Nedutas that going to high school out of Tasikmalaya, our hometown.

She is a teacher of junior high school students now. I forgot to ask what subjects she taught. But still, I think she's gonna be a lovable teacher.

Anyway, Wida and I both loves to write poetry. Back in our junior years, we made few books containing our hand-written poetry. We still own them until now. Even Wida keep her poetry books in school so her students can read them. Wow! :)
Imas was the cutest one. Actually, I don't have a suitable words to describe her. But let me try... Hmm..

She was fun, yes.
She was strong, yes.
She was never ever showing her anger to us, her friends.
She always have a positive thinking and positive attitude. That's what I like the most from her.
She is graduating Pharmacy in... eerr, I forget what college she was attended.
And she is independent, I guess. Because she runs her own bussiness.

The one with hat is Erwin, while next to him is The Changcuters's vocalist. Erwin is a model photographer now. And I'm pretty sure this picture was taken after he left our little reunion. He left first because he want to photo hunting in The Changcuters concert or sort of it.

Erwin was the only man in our little reunion. He was the only one who brought the camera too. So all the pictures above was taken and edited by him. Hehehehee.. Big thanks to you, Uncle Erwin.. :D

Jumat, 04 Februari 2011

JILBAB DIAN PELANGI

Kan ceritanya kalo udah nikah nanti, saya pengen jadi ibu-ibu gaul. Makanya dari sekarang mulai rajin bereksperimen dengan jilbab atau baju beragam gaya. Saya juga jadi rajin blog walking tentang kreasi jilbab dan pakaian. Haha.

Tapi oh tapi, saya bermasalah di bidang percaya diri. T_T

Berhubung saya ndut dan bulet, jadi nggak semua model pakaian dan jilbab cocok buat saya. Harus pintar-pintar laaah milih model yang pas. Biar enak diliat, nggak malu-maluin diri sendiri, nggak malu-maluin calon suami.. :)

Saya akhirnya berani nyoba pakai jilbab a la Dian Pelangi. Dengan sedikit penyesuaian di sana-sini, dan voilaaa.. Inilah saya:


Bulet ya? Heu...


Kamis, 03 Februari 2011

KULIT BARU

Ini post ketiga saya hari ini. Haha. Koneksi inet di kosan saya entah kenapa ngambekan, putus-nyambung-putus-nyambung. Padahal banyak cerita yang pengen saya bagi di sini. Jadi mumpung hari ini koneksinya lagi bagoos, rapel posting lah yaa.. hehehee.. janji deh, ini yang terakhir untuk hari ini.. :p

Cuma mau bilang, blog saya ganti kulit nih. Ini tampilan lama blog saya:


dan ini tampilan baru:


Nggak jauh-jauh dari warna putih. Tapi kali ini paduannya pake warna hijau. Walaupun sebetulnya masih belum puas dengan kulit baru blog saya ini, untuk sementara cukup lah. Saya buru-buru soalnya. Sekarang mesti siap-siap ke Bandung (lagi), terus lanjut ke Tasik (lagi). Howaahhh... See ya.. :)

*quick update: saya udah nyampe Tasik, dan blog ini baru berganti kulit lagi hahahaa..


Ayo, tentukan pilihan kalian. Bantu saya milih kulit blog, hehe. 1, 2, atau 3??

FUN TIMES WITH WISMA SHINTA'S

Me and my boarding house girls were going mad two days ago. We rarely have a similar free day. So it's not easy to hang out together in complete squad. There are thirteen of us, but only eight girls took part on this fun times... :)

Fisrt in the morning, the girls were jogging together while Ajeng, Cenah, and I prepared to go to the bank. We wish to swim on the afternoon but it was rainy. So, instead of swimming at the pool, we were "swimming" at the rain a.k.a "hujan-hujanan". Hahahaa..

And these are our pictures when we had an early dinner at Jatos.

ajeng (colorful sweater), eby (brown jacket), cenah (green hijab), grace (purple shirt),
ndut (on the corner of our table), me (blue hijab), imot (red jacket)

eby, cenah, grace, ndut, me, imot, wina (white shirt and  brown cardigan)

Next are pictures of me and Ndut. Find the differences, haha..


This is me, wearing black shirt and pretending that I am a model in Jatinangor Town Square's foodcourt.. Ck, ck, ckk..

suprisingly, I look slimer in this picture. wow!

me, imot, wina

ndut and I
I had real fun that day. Really, I'm gonna miss girl's fun times like this after my marriage.

Kamis, 20 Januari 2011

BERKUNJUNG KE UGD [LAGI]

Senin lalu maag saya kambuh. Tapi kali ini kejadiannya rada menghebohkan anak-anak kosan, plus Ayah Kosan, plus kakak perempuan saya, plus tentu saja Aa Denden. Gimana nggak pada heboh ya, lah saya yang tadinya lagi duduk manis baca buku di kamar Tyas, mendadak jungkir balik gara-gara ulu hati saya sakit.

Okeh, nggak persis jungkir balik juga sih. Cuma dari posisi duduk, jadi baring, trus sujud. Dan masih aja ulu hati saya kayak ditonjok orang, nyelek banget.

Panik dong sayaaaa. Dan dalam keadaan nahan sakit gitu, saya tiba-tiba keingetan ceritaan tentang Om-nya Tyas yang (katanya) kena teluh. Astaghfirullaaaahh.. naudzubillahimindzalik.. Tambah panik lah saya.. Karena sakit ini emang kayak maag, tapi kok beda. Nggak ada perih-perihnya sama sekali. Beda lah pokoknya sama gejala-gejala maag yang biasa saya alami. Huu hu..

Saya memutuskan untuk balik ke kamar saya. Sambil komat-kamit berdoa moga-moga emang cuma maag, saya minum radin (obat maag yang biasa saya minum). Tapi bukannya sembuh, ulu hati saya malah tambah nyelek. Sakitnya tembus sampe punggung saya. Tambahan lagi dada saya ikutan sakit, dan saya nggak bisa napas. Nggak bisa narik napas panjang tepatnya, alias napas saya pendek-pendek, dan bikin saya sesak.

Sekitar jam 9 malam saya diboyong ke UGD salah satu klinik di Jatinangor. Dianter Ayah Kosan, Eby, dan Tyas. Heu, di ruang UGD salah satu klinik di Jatinangor inilah kemudian terjadi drama-dramaan. Haha.

Saya nggak bisa banyak omong ato gerak karena nahan sakit. Tyas yang saya titipin henpon bertugas jadi operator telpon, ngabarin kondisi saya ke Teteh dan Aa yang ikutan panik di Bandung sanah. Eby, atas saran dokter, nyari bubur buat saya. Dan Ayah Kosan sibuk ngegerecokin Tyas yang lagi heboh karna henpon saya krang-kring mulu.

Dokter cuma meriksa saya bentar doang. Tanpa repot-repot ngeluarin stetoskop malah. Abis itu dokternya ngeloyor pergi gitu aja. Tinggal lah saya dan rombongan pengantar yang mendadak berubah jadi tim lawak. Addaaaaa aja kelakuan mereka yang bikin saya meringis-ringis nahan ketawa. Pengen ketawa, tapi ulu hati saya sakit.

Tapi saya benar-benar berterimakasih karena Eby, Tyas, dan Ayah Kosan sigap nganterin ke UGD, nemenin, dan rela jadi pelawak dadakan demi saya bisa lupa sama sakit saya. Big thanks juga buat kakak saya, Teteh, yang bela-belain naik taksi dari Bandung ke Jatinangor begitu denger kabar saya sakit. Padahal itu udah deket2 tengah malam lho.

Buat Aa saya juga, makasih banget banget udah mau jadi perawat dadakan selama saya sakit. Buat Ajeng, Ndut, dan Cnah juga. Dan buat Teteh Kosan, yang beberapa hari ini rajin banget ngelongok kamar saya, mastiin saya nggak keterusan sakitnya...

Huwaaa, makasih banget semuaaaaaaa.... Maaf sempet bikin panik.. >_<

Senin, 17 Januari 2011

DOMPET BOCOR

Kemarin Teteh nyatronin kosan saya. Katanya dia kangen sama saya pizza paparons yang ada di Jatinangor. -___-'

Seperti biasa, saya dan kakak perempuan saya ni bukan kombinasi bagus untuk partner sekamar. Ahaha.. jangan harap bisa damai tentram adem ayem. Kita ni paaaaasti rusuh. Bukan berantem lho! Tapi jail dan becanda yang rada brutal. Bhahahaa...

Begitu nyampe kosan saya, Teteh udah kebelet banget pengen pizza. Malah dia bela-belain ngosongin perut dari pagi demi nyiapin space yang maha luas supaya si pizza bisa masuk dengan nyaman ke perutnya. Hadeeeuh..

semangat '45 teteh nggak bubar bahkan sampe potongan terakhir, haha

padahal saya ngabisin tiga potong aja maksa banget. kekenyangaaan -___-'

liat kaaan, muka teteh napsu pengen ngegerogotin calzone yang tinggal sepotong

dan begitu saya menyerahkan nasib si calzone ke tangan teteh,
dia girang setengah mati


untung teteh nggak sampe kalap dan nganggap piring sama gelas tu desserts

sementara saya masih menggigit kecil-kecil, kunyah dikit-dikit,
nyang penting uabbiiss makanannyaaaaa...

teteh malah udah mikir, "hmm, berikutnya makan apa lagi ya?"
hahahahahaa...

Beneran aja, petualangan kita ternyata belum selesai sampe di situ doang. Teteh masih napsu buat beli croissant coklat dua biji. Malah tadinya mau beli selusin donat sekalian. Deeuuhh..

Sebelum keluar Jatos, saya dan Teteh nyangkut di toko sepatu, lalu berakhir dengan dibawa pulangnya dua pasang sepatu baru.

si hitam elegan punya teteh

dan buat saya, sepasang flat shoes blue jeans

Di perjalanan pulang, kita berdua masih sempet beli jus jeruk ukuran large cup di D***** Donuts. Tapi karena dompet saya bocor buat beli pizza dan sepatu baru, jus jeruk kali ini Teteh yang traktir. Ahahahaa...

Yesterday was fun, but today I am shocked when I see the money left in my wallet. Hiks, only Rp 134.700's left for the next half month. Huwaaaaaaaa....

Guess I'm not ready yet to live like a princess. Not while I'm still using my parents money. -___-"

Hemaaaaaaaat!!!

Minggu, 16 Januari 2011

HANYA BERDUA

me & future husband
(photo by Teteh, edited by Aa Denden)


melangit bintang
(photo by Mas Ardi, Apip, and Teteh, edited by Aa Denden)

"AKU DILAMAAAAR..."

Waw, waw, waw.. akhirnya saya resmi jadi calon Nyonya Denden Rusyadi. Ahahaa, baru calon lhooo.. Jadi "nyonya" benerannya mah nanti, tunggu tanggal mainnya.. *kedip-kedip-genit-sambil-senyum-sok-misterius-hahahaa

Sesuai dugaan, saya nggak bisa tidur pas malam menjelang hari H saking tegangnya. Dooohhh, gaya syekalee saya.. :p Alhasil muka saya pucat pas lamaran kemarin, haha, kantung mata saya malah keliatan item banget.. deeuuh..

Eniwei, bertempat di rumah keluarga besar (alm.) HM. Mansur di Gunung Nangka, Tasikmalaya, acara lamaran hari Minggu (9/1) berlangsung lancar selancar jalan tol di hari-hari biasa, bukan di hari mudik, ahahahaa.. Makasih banget semua, buat doa dan dukungan kalian. Alhamdulillah banget pokoknya, tegang saya buyar dah pas mobil-mobil yang ngangkut keluarga Aa dari Kopo, Bandung, tiba dengan selamat di rumah saya. Heu, heu..

Tapi selesai acara, tegangnya muncul lagi boo... gara-gara wedDay yang ternyata cuma tinggal sekedipan mata lagi *lebay ini mah, ehhe.. Tapi bener lho, Aa dan keluarganya ngasih surprise pas lamaran kemarin. Mereka bilang, WedDay saya dan Aa dipercepat sodara-sodara!!

Horaaaaaaayyyyyyy... *joget-joget jungkir balik

Olrait, olrait, makasih tepok tangannya.. *lho? :p

Nah inilah wajah-wajah saya, Aa, keluarga Tasik, dan keluarga Bandung pas acara kemarin. Sedikit oleh-oleh dan kenang-kenangan hasil jepretan fotografer andalan saya sekaligus sepupu-kakak-teman masa kecil-plus partner in crime saya, Mas Ardi, dibantu oleh adik bungsu saya, Apip, dan tentu saja sudah di-edit oleh calon suami sekaligus desainer grafis favorit saya, Denden Rusyadi.. Cekidoot.. :)

Keluarga Bandung :
Aa yang pake baju putih dan lagi benerin kacamata.
Plis ya, jangan protes. Ini foto terbaik yang bisa saya temukan. Yang lain, kalo nggak nge-blur atau kamera goyang, atau angle-nya nggak okeh,  ya ekspresi wajah Aa-nya lagi nggak kontrol. Hehe, just enjoy the pict.. :D

Keluarga Tasik :
Saya yang pake baju putih juga, yang lagi nunduk malu-malu mau.. :))

Puncak acaraaaaa... pasang cincin :

Yang masangin cincin Mamah Kopo, bukan Aa. Hehe..
Tapi saya dilantiknya jadi calon istri Aa koq, bukan Mamah. Beneran deh.. :p

 Akhirnyaaa... ada cincin di jari manis tangan kiri saya...

"Aku dilamaaaaaaarr..." kata cincin saya.

Dan inilah saya berfoto bareng dengan mereka yang insyaAllah akan jadi keluarga baru saya :)

Mamah Kopo, Saya, Neng Icha, Rihfa, Rahfi.
Sayangnya, Bapak Kopo dan Sandra nggak ikutan foto. Aa juga nggak ikutan.

Eniwey, dua foto terakhir adalah hasil jepretan tante saya, Bi Iyang, dan kakak perempuan saya, Teteh Nisa. Thanks a bunch yaaa..
[hugs]

Kamis, 13 Januari 2011

SKRIPSI = PANEN SAWAH

Ibu
13-Jan-2011 19.56

Knp g ngsh kbr lg?
Saking senengnya plng k jtngr pake cincin jd lupa k ngsh kbr k ibu

Saya
13-Jan-2011 19.58

Hahahaa.. Apa sih ibu nih..
Maaf maaf, td lgsg d soro sm ank2 kosan. D soro makanan'y, bkn neng'y, hehe..
Ud nympe kosan mbu td asar tp lupa jm brp..
Mmuaahhh

Ibu
13-Jan-2011 19.59

Ya gpp ! Tapi emang seneng bngt kan ?

Saya
13-Jan-2011 20.00

Iya, alhamdulillah..
Mdh2an ibu jg seneng.. :)

Ibu
13-Jan-2011 20.03

Ya, alhamdulillah ! Ibu seneng bngt ! Jngn lupa skripsinya hrs cepet digarap, tdk ada alasan u nunda lg !

Saya
13-Jan-2011 20.39

Hehehe.. Iya mbuu.. Digarap ky sawah.. Biar bs panen..

Saya
13-Jan-2011 20.53

Eh mbu, charger hp neng dua2ny ktinggalan d kmr apip deh mbu..
Tolong simpenin yaa..
Mksh mbu..

Ibu
13-Jan-2011 20.58

Ya, u nyimpen charger.
Ya, u nunggu sidang skripsi neng kyk nunggu panen sawah haha haha !

Saya : *ngakak*

Jumat, 07 Januari 2011

PINANG-MEMINANG

Dan di dini hari ini saya nggak bisa tidur...
Nggak ngerti harus ngapain.
Padahal mestinya saya packing barang-barang yang mau dibawa pulang besok. Nyiapin baju dan perlengkapan perang untuk menghadapi my big day. Atau nyuci baju kotor yang udah numpuk. Atau nyetrika. Atau beresin kamar. Atau nyicil ngerjain proposal skripsi. Atau apapun lah..

Tapi otak saya mampet. Seminggu terakhir ini saya emang kayak orang sakit. Bawaannya lemes mulu. Ngantuk, tapi nggak bisa tidur. Nggak doyan makan juga. Padahal saya bolak-balik Bandung-Jatinangor hampir tiap hari. Capek rasanya. Kalo kata Aa, mungkin saya terlalu tegang ngadepin acara lamaran hari Minggu ini (9/1).

Iyaps, lusa saya dilamar sodara-sodara. Nggak nyangka hari itu akan datang secepat ini. Tadinya saya pikir saya bakal ngadepin acara-acara macem gini tuh nanti, nantiiii, masih lama, kalo udah lulus kuliah, kalo udah punya gawe. Tapi namanya jodoh ada di tangan Tuhan. Siapa, kapan, dan bagaimana ketemunya, cuma Dia yang tau.

Gimana ceritanya saya ketemu sama Aa?
Nanti lah ya saya bikin posting-an tersendiri soal itu.. Sekarang saya lagi pengen cerita soal lamaran soalnya..

Hmm, nyiapin acara lamaran ternyata ribet, nggak semudah dan sesederhana yang selama ini saya bayangkan.

Maksudnya gini lho... kan intinya cuma menyampaikan maksud untuk meminang si perempuan, kalo pake tuker cincin ya tinggal tukeran, kalo nggak ya udah, yang penting pihak keluarga laki-laki datang ke rumah keluarga perempuan untuk menyampaikan pinangan mereka.. heu..

Tapi nggak bisa gitu doang toh...

Sebelum ini, mana pernah saya ngebayangin soal sususan acara pas lamaran, mau nyuguhin cemilan apa buat keluarga pihak laki-laki yang datang pas lamaran, menu makan siangnya apa, seserahan apa yang biasanya dibawa keluarga laki-laki, terus dari keluarga perempuan apa yang harus disiapin buat mulang seserahan, tanda lamaran mau cincin atau uang atau dua-duanya, saaaaaaaaaampai ke masalah saya harus pake baju apa pas lamaran, siapa yang nanti pegang dokumentasi, siapa nanti yang jadi MC, daaaaan lain-lain.

Salah komunikasi dikit aja bisa berujung perang urat. Haha, lebay emang, Tapi seriusan, yang paling penting supaya semua lancar tuh satu, KOMUNIKASI dan dua, KOMPROMI.

Well, please wish me a really good luck and happiness.. >_<

Gonna sleep, see u..

Rabu, 05 Januari 2011

MIMPI, MIMPI

Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui mimpi saya dini hari tadi. Berkah yang luar biasa besar bagi saya. Padahal saya belum juga jadi muslimah yang baik, masih sering bandel, masih suka lalai. Tapi Allah SWT luar biasa menyayangi umat-Nya. Allah menegur saya dengan cara yang sangat halus, melalui mimpi.

Dalam mimpi saya, Allah mempertemukan saya dengan Rasulullah SAW, Siti Aisyah, dan Siti Fatimah. Sejujurnya saya takut mempercayai bahwa saya benar-benar memimpikan keluarga Rasulullah. Khawatir saya salah mengingat mimpi saya, atau salah menafsirkan mimpi saya.

Tapi sosok Rasulullah SAW yang sedang berbicara di hadapan umatnya masih melekat di benak saya. Dalam mimpi saya tadi, saya berdiri di belakang Rasul dan menyaksikan beliau bicara dengan suara lantang, semacam khutbah, kepada orang-orang yang berkumpul di sana. Saya berdiri di belakang Rasulullah, dan saya mendongak untuk melihat wajah beliau tapi terhalang cahaya matahari sehingga wajahnya hanya membentuk siluet. Subhanallah.

Lalu saya berpindah tempat. Ada Siti Aisyah, Siti Fatimah, dan dua perempuan berjilbab lain berjalan melewati saya. Mulanya berjalan bersama, kemudian berpisah. Siti Fatimah, putri Rasulullah SAW, belok ke kiri, ke arah rumahnya. Sementara Siti Aisyah dan dua perempuan lain belok ke kanan, ke makam Rasulullah SAW di Madinah. Masing-masing membawa tiga bunga berbeda di tangannya.

Saya melihat Siti Aisyah, istri Rasulullah SAW, duduk bersimpuh di depan makam Rasul dan meletakkan bunga mawar yang ia bawa di dekat makam. Kemudian saya terbangun, mimpi saya selesai.

Saya tidak tau maksud mimpi saya ini apa. Dalam mimpi tadi, saya merinding saat melihat makam Rasulullah. Bukan merinding karena takut, melainkan karena kagum dan rindu. Iya, saya merindukan bertemu Rasulullah. Dan Allah menjawab kerinduan saya melalui mimpi. Subhanallahi walhamdulillah..

Terima kasih ya Allah, untuk anugerah yang Engkau berikan.

Saya merasa belum pantas dianugerahi mimpi seistimewa ini. Padahal masih banyak orang-orang lain yang lebih taat dan lebih baik kualitas imannya daripada saya. Tapi saya bersyukur telah memimpikan keluarga Rasulullah SAW, benar-benar bersyukur. Mudah-mudahan saya bisa menjadi muslimah yang lebih baik setelah ini. Mudah-mudahan saya benar-benar bisa berziarah ke makam Rasul, dan tergolong ke dalam umat Rasulullah SAW di hari akhir nanti. Amin.

*pengen nangis*

Sabtu, 01 Januari 2011

2011

Nggak afdol banget kalo saya nggak triak-triak ngucapin::

HAPPY NEW YEAR 2011..!!
treeeeeeeett, treeeett.. *bunyi terompet*
:D :D :D

Baru nyampe kosan tercintah di Jatinangor. Dan baru nyadar kalo saya belum terkena imbas euforia tahun baruan. Hehehee.. gimana dong? Emang saya nggak biasa ngeraya-rayain taun baru. Nggak ada di tradisi keluarga. (Dulu) nggak boleh pergi-pergi main lewat magrib. Nggak ngerasa ada bedanya juga. Nggak pengen main juga. Mending di rumah, di kamar, nonton TV, ngobrol sama keluarga, dan tidur. Hehehehee..

Tapi taun baru kali ini rada beda. Saya mengakhiri tahun 2010 alias tanggal 31 Desember 2010 seharian bareng Aa, dan mengawali tahun 2011 alias hari ini, bareng Aa juga. Ceritanya nemenin Aa yang lagi sakit.. *Aa di sini bukan kakak saya, tapi si pacar yang insyaAllah akan segera jadi suami, amiinn.. pokoknya mulai sekarang kalo bingung baca posting saya, inget-inget aja:: Aa = Pacar = Calon suami = Denden Rusyadi.. Kalo Aa Rijal = Kakak.. Okok? :)

Yang berlalu di tahun 2010:
1. Jobtraining paling mengesankan di Harian Pagi Radar Tasikmalaya. Really miss all the Radar family.. :)
2. Seminar skripsi yang mempertemukan saya dengan Denden Rusyadi. Thanks to Media Patah Hati a.k.a MPH, buletin buatan Begundal Jurnal Unisba angkatan 2001.. :D
3. Masa-masa kelam saat saya krisis kepercayaan pada orang lain.. :'(
4. Berakhirnya mata kuliah Penulisan Berita Mendalam, mata kuliah terakhir yang harus saya selesaikan. Hurrraayyy.. *terharu*
5. Prahara keluarga, insyaAllah selesai. Amin.. Let us start a new begining :)
6. Jobtraining elektronik di RRI Bandung.

Yang akan datang di tahun 2011:
1. My engagement day.. :D
2. Menyelesaikan SKRIPSI, dan sidang-sidang..
3. Tapi sebelum itu, sidang jobtre elektronik dulu.. :)
4. Being a WIFE.. *harap-harap cemas*
5. Being a Mujahidah Shafiya, Sarjana Ilmu Komunikasi :D
6. Ehm, also preparing to be a mother.. ehhehehee.. amin ya Allah..
7. Lulus dari Wisma Shinta dan Jatinangor.. hiks..

Selasa, 14 Desember 2010

ENYAK ENYAK ENYAAAKK

Sumpriiiitt yah, saya lagi ngiler banget pengen makan makanan2 inihh::

1. Siomay Bandung a.k.a Baso Tahu
Huwaahh.. ini makanan favorit saya sodara2..
Tahu putih yang lembut, kenyal-kenyal siomay, kentang rebus, disiram gurihnya manis pedes bumbu kacang khas siomay bandung.. yummyyy...
Nggak bakal nolak deh kalo ditawarin segerobak :))
Saya bertahan belom ngeborong Mang Siomay di Jatinangor karna Aa ngejanjiin bakal nraktir siomay yang katanya enak banget kalo saya main ke rumahnya. Dan itu adalah BESOK.. :D


2. Gado-Gado Sulanjana
Ini gado-gado terenak yang pernah saya makan. Bumbunya kental dan lembut, ada rasa manis di antara gurih. Sayurannya segar, lontongnya enyaakk. Timun, kacang panjang, jagung manis, daun kol, tahu kuning, selada.. Sedap banget daahh.. Bikin nagih!! Suer! Buktinya saya dan Aa jadi pelanggan setia warung yang ada di Sulanjana ini. Saya lupa nama warungnya, tapi dia nyatu sama warnet namanya Jannet. Saking seringnya ke sana, ibu-ibunya sampe kenal banget sama kita berdua. Ahahahaa..



3. Kebab Pertigaan Sayang
Nah ini, makanan yang saya pilih kalo lagi malayys makan nasi di Jatinangor. Enyak enyak enyaakk.. Harganya juga enyaaakkk.. hahaahaa.. tapi worthed lah yaa bayar 10-16ribu, karna kebab di depan pertigaan Sayang ini emang te-o-pe-be-ge-te!
Roti tipis tapi renyah, isinya daging sapi (bisa diganti sama ayam ato sosis), sayuran, daan saus sambal.. standar sih.. tapi rotinya yang bikin beda.. :D
Dari kemarin saya ngidam pengen makan kebab, huu hu, tapi belom kesampaian... sampeeeeeeeee tadi pas maghrib iseng ngajakin nduth beli kebab, dan dia mau... horaaaayy.. jadilah tadi saya pesta kebab.. :))



4. Baso Kopo
Pertama makan baso ini, saya nggak yakin kalo basonya enak. Tapi ternyata rasanya nggigit, bo!
Kenyalnya nggak ada dua, daging sapinya berasa banget. Kuahnya bening, garam mericanya pas.
Buat saya, ini baso pertama yang bisa bikin saya ketagihan. Hehehee..





5. EsKrim Magnum Classic
Yes, I am an ice cream lover and I am a chocolate hunter. Jadi jangan heran kalo saya terdaftar dalam salah satu korban iklan Magnum Classic. Xixixiii.. Magnum aslinya emang enak, entahlah jadi seenak apa Magnum sekarang yang katanya pake Belgian Chocolate ituh..
Still hunting.. :D :D :D






6. Pizza
Sebetulnya saya bukan penggila pizza. Tapi sekarang ini dia jadi salah satu makanan yang masuk top list "ngidam" saya. Entah gara-gara apa. Hehe.. *bilang aja emang doyan makan :p
Saya pengen pizza yang ada soft cream cheese-nya. Huwaaahh.. ngeces saya..
Hiks, sayang sekali, berhubung dompet saya lagi tipis jadinya masih harus sabar.
-___- 


7. Spaghetti Carbonara
See, this one is different from the other spaghetti I ever know. Spaghetti Carbonara ini pake susu. Liat aja, warna sausnya putih kan? Nggak oranye atau merah-kekuningan. It's absolutely tasty, guaranted!
Di Jatinangor dulu ada satu pujasera yang jual spaghetti carbonara. Tapi gulung tikar. Hiks, padahal spaghetti-nya enak dan... murah! Hehe..
Yang saya tau, sekarang PH punya menu spaghetti carbonara juga. Enak? Banggeett. Tapi ya itu, mesti siap-siap dompet rada tebel.. :p


8. Ketoprak Gerbang Unpad
Ketoprak pertama yang saya makan tuh ketoprak di depan Batoe Api, dekat Jatos. Karena jauh dari kosan, akhirnya saya pindah haluan ke abang ketoprak di Gerbang lama Unpad. Ketoprak ni kupat tahu versi Jakarta-Betawi. Eittss, tapi bedaaaa!
Hampir lima taun saya langganan ketoprak di gerbang. Ciri khas ketoprak yang saya tau, rasa dan aroma bawang putihnya kuaaaaaaat banget a.k.a menyengat kalo kata orang yang nggak doyan bawang putih :D
Saya nggak bisa mendeskripsikan perbedaan rasa ketoprak sama kupat tahu dengan tepat. Jadi mending cobain ajjaa.. Hehe, cuma 4-5ribu koq..